Analisis Negara Kawasan (Korea Selatan)
UAS SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020-2021
PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIKOM
Hubungan Internasional di Asia Timur
Lidya Sisda Nabilasari (44319024)
Analisis Korea Selatan (Republic of Korea) berdasarkan indikator dibawah ini:
1. Keadaan dalam negeri negara yang dipilih, isu apa yang berdampak terhadap
keamanan kawasan?
Jawaban:
a. Takeshima/Dokdo Island
Gugusan pulau karang yang oleh Korea Selatan disebut sebagai Pulau Dokdo, dan oleh Jepang
disebut sebagai Pulau Takeshima sebenarnya adalah sengketa yang telah muncul sejak akhir Perang
Dunia II. Sengketa ini kembali mencuat setelah Duta Besar Jepang untuk Korea Selatan menyatakan
dengan tegas bahwa secara historis maupun yuridis, Pulau Dokdo adalah bagian dari wilayah
kedaulatan Jepang. Pernyataan ini memancing kemarahan rakyat Korea Selatan yang merasa bahwa
pulau tersebut adalah wilayah teritorial mereka. Isu ini berdampak terhadap keamanan kawasan
khususnya keamanan antara teritorial Korea Selatan dan Jepang karena kemudian menjadi sebuah
konflik yang panjang antara kedua negara hingga saat ini.
b. Chaebol and Economic Development
Sebutan Chaebol merujuk kepada perusahaan multinasional dengan konglomerasi besar yang
berasal dari Korea Selatan, contohnya seperti Samsung Group, LG Corporation, Hyundai Kia
Automotive Group, dan Lotte Corporation.. Dimana Pemerintah Korea Selatan memiliki kebijakan
mendukung penuh kegiatan perusahaan-perusahaan tersebut dengan kebijakan yang Pro-Chaebol
sebagai langkah untuk memajukan perekonomian Korea Selatan pasca krisis selepas perang Korea.
Hubungan pemerintah Korea Selatan dan Chaebol selama ini telah banyak diketahui sebagai salah
satu yang membuat perubahan pesat pada ekonomi Korea Selatan. Akan tetapi di dalam negeri
sendiri kebijakan Pro-Chaebol tersebut sering ditentang karena menyebabkan ketidakmerataan ekonomi dan pembangunan di Korea Selatan, kebijakan pemerintah dalam memudahkan perusahaan
perusahaan besar ini mengajukan pinjaman bank juga menjadi sebuah dilema bagi masyarakat dan
pengusaha kecil serta menengah merasa kebijakan tersebut memperkecil peluang mendapatkan
pinjaman modal, serta Sistem peradilan Korea Selatan juga terkenal lunak terhadap keluarga pendiri
chaebol, juga menjadi sebuah ketidakadilan bagi masyarakat Korea Selatan.
Isu ini berdampak bagi keamanan kawasan karena Korea Selatan sebelumnya dilanda krisis pasca
perang dapat membalikkan keadaannya menjadi maju sekali dalam perekonomian, di banyak sektor
sebelumnya Korea Selatan sangat bergantung kepada sumber daya dari China dan Jepang, akan tetapi
dengan majunya sektor perekonomian Korea Selatan, negara ini percaya diri perlahan-lahan menjadi
kekuatan baru di Asia Timur. Di sisi lain tentu saja kemajuan Korea Selatan di sektor ekonomi
merupakan hal yang membahagiakan bagi Korea Selatan, akan tetapi di ranah keamanan kawasan
hal ini tentu saja menganggu keamanan kawasan karena pola interaksi negara-negara di Asia Timur
yang penuh dengan kecurigaan dan rasa ancaman kepada satu dan lainnya dengan keberadaan
kekuatan baru memunculkan kecurigaan yang lain dan semakin memperumit hubungan regionalisme
di Asia Timur.
2. Bagaimana pola amity dan enmity dalam interaksi negara yang dipilih dengan
negara-negara di kawasan?
Jawaban:
a. Dalam hubungan Korea Selatan – Jepang sendiri pola persahabatan dan permusuhan kental
mewarnai hubungan bilateral keduanya, beberapa kasus perebutan wilayah seperti
Takeshima/Dokdo atau kasus HAM berlatarkan sejarah seperti Comfort Woman juga ikut
mempengaruhi hubungan keduanya, begitu pula dalam sektor ekomoni Korea dan Jepang
memiliki hubungan ekonomi yang saling membutuhkan meskipun antara satu dan lainnya masih
berusaha untuk mencapai kebebasan ekonomi dengan mengurangi impor baik dari Korea ke
Jepang maupun Jepang ke Korea hal ini di pertegas dengan keputusan Jepang terhadap
proliferasi senjata konvensional dan senjata pemusnah massal. Penghapusan dari daftar
memungkinkan METI untuk melakukan pembatasan ekspor apa pun ke Korea Selatan, termasuk
yang di luar tiga impor teknologi utama saat ini, atas dasar masalah keamanan nasional dari
pandangan Jepang, hal ini disambut oleh Korea Selatan pada tahun 2021 dengan
mendeklarasikan "kemerdekaan industri" dari Jepang, menyatakan bahwa impor bahan Jepang
untuk sektor industrinya telah berhasil dikurangi hingga mendekati nol untuk barang-barang utama seperti gas etsa, photoresist, dan polimida berfluorinasi. Pencapaian ini disamakan oleh
para pejabat dengan "gerakan kemerdekaan", yang sejajar dengan perjuangan kemerdekaan
selama pemerintahan kolonial Jepang.
b. Hubungan kontemporer antara Cina dan Korea Selatan ditandai dengan perdagangan yang luas
dan hubungan ekonomi. Kedua ini berhubungan ekonomi dengan baik terbukti China sejauh ini
merupakan mitra dagang terbesar Korea Selatan, dengan China mengimpor barang senilai $160
miliar dari Korea Selatan pada tahun 2018, yang merupakan 26% dari total ekspor Korea
Selatan. 21% impor Korea Selatan juga berasal dari China, senilai $107 miliar pada tahun 2018.
Akan tetapi hubungan kedua nya sempat memanas dikarenakan Korea Selatan mengumumkan
niatnya untuk menyebarkan THAAD, sebuah langkah yang sangat ditentang oleh China. China
memberlakukan boikot tidak resmi di Korea Selatan dalam upaya untuk menghentikan mereka
dari menyebarkan sistem rudal. Namun, pada akhir Oktober 2017, kedua negara mengakhiri
perselisihan diplomatik selama 1 tahun dan telah bekerja cepat untuk memulihkan hubungan
mereka sejak, memperkuat pertukaran dan kerja sama antara satu sama lain, menciptakan
harmoni kepentingan, dan menyepakati untuk melanjutkan pertukaran dan kerja sama di semua
bidang. Hubungan antara China dan Korea Selatan pun di bayangi oleh kehadiran Amerika
Serikat sebagai global power terutama bagi Korea Selatan sehingga China tidak dapat
mempercayai Korea Selatan sepenuhnya karena bagi China, Korea Selatan dapat menjadi
ancaman dengan Amerika Serikat.
c. Seperti yang sering diberitakan hubungan Korea Selatan dan Korea Utara tidak lepas dari
dinamikanya tersendiri. Isu Reunifikasi yang hingga saat ini seolah menjadi angan-angan kedua
negara seakan tidak dapat di realisasikan, tidak hanya faktor sejarah akan tetapi faktor lain juga
mempengaruhi hubungan kedua negara di Semenanjung Korea ini diantaranya kebijakan dalam
dan luar negeri presiden yang menjabat di Korea Selatan. Contohnya di bawah pemerintahan
Kim Dae Jung, selain menjadi penggagas pertama Kebijakan Sinar Matahari (Sunshine Policy)
Kim Dae Jung juga membawa hubungan kedua negara ke arah yang baik yaitu kerja sama antar
Korea mengalami peningkatan yang signifikan yang belum pernah dicapai oleh para pemimpin
Korea Selatan sebelumnya. Setelah KTT antar Korea dilaksanakan, Korea Selatan mencoba
merangkul Korea Utara dengan membangun hubungan diplomatik yang lebih baik dan memberi
bantuan ekonomi. Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan semakin memburuk sejak
terpilihnya Lee Myung-bak sebagai presiden baru Korea Selatan yang dilantik pada bulan
Februari 2008. Tekad Lee Myung-bak untuk menjalankan kebijakan garis keras terhadap Korea Utara berkaitan dengan program nuklir Korea Utara. Isu Nuklir juga menjadi faktor eksternal
yang menghambat reunifikasi keduanya antara lain dikarenakan Korea Selatan memberi syarat
kepada Korea Utara yaitu bantuan ekonomi dapat kembali normal jika Korea Utara bersedia
melakukan denuklirisasi kekuatan militernya demi kepentingan reunifikasi Korea. Sehingga
Korea Utara menganggap adanya pertukaran antara bantuan ekonomi Korea Selatan dengan
militer Korea Utara. Hal tersebut merendahkan kekuatan militer Korea Utara sebagai negara
nuklir. Padahal Korea Utara berobsesi menjadi negara nuklir terkuat di dunia dan disegani oleh
negara lain. Korea Utara menyimpulkan bahwa Korea Selatan lebih diuntungkan dengan adanya
berbagai taktik dan tujuan Korea Selatan dalam reunifikasi Korea.
3. Foreign Policy negara yang dipilih terkait persepsi dirinya dan posisinya di dalam
kawasan? (3 tahun terakhir)
Jawaban:
● Pada tahun 2017-2019, Moon Jae In memfokuskan hubungan diplomatic dengan Negara
Negara besar seperti Amerika, dengan tujuan membangun hubungan yang lebih baik lagi
dalam berbagai bidang. Juga menjadi saksi dan memfasilitasi pertemuan antara Amerika
Serikat dan Korea Utara di Hanoi pada tahun 2018.
● Korea Selatan di bawah pemerintahan Moon Jae In mencoba untuk memperbaiki
hubungan diplomatiknya dengan Korea Utara, hal ini di buktikan dengan adanya
pembaharuan Sunshine Policy (Kebijakan Sinar Matahari).
● Hubungan Bilateral Korea Selatan dan Jepang memanas di akibatkan Tokyo yang
mengumumkan akan memberlakukan kontrol ekspor terhadap Korea Selatan pada tiga
bahan kimia penting yang digunakan dalam tampilan kelas atas dan manufaktur
semikonduktor. Jepang menyebut pembatasan ekspor ini merupakan balasan dari
keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan pada tahun 2018 mengenai penggunaan
tenaga kerja budak oleh Jepang pada masa Perang Dunia II.
● Pada era kepemimpinan Moon Jae-In diplomasi publik khusunya diplomasi kebudayaan
gencar di lakukan, bukti nyata nya adalah Korean/Hallyu Wave yang merambah ke semua
negara, Korea Selatan dinilai berhasil melakukan diplomasi kebudayaan nya sehingga
dapat menjadi sebuah global power baru di kawasan Asia Timur.
4. Bagaimana pola interaksi negara yang dipilih dengan global power di kawasan?
Jawaban:
Pola persahabatan dan permusuhan yang telah dibahas di poin sebelumnya memicu
keterlibatan pihak eksternal, yakni Amerika Serikat, dalam aliansi pertahanan dengan Jepang dan
Korea Selatan di kawasan Asia Timur. Hubungan antar negara dalam kompleksitas keamanan
selalu diwarnai oleh persaingan dalam perimbangan kekuatan, aliansi keamanan, serta masuknya
kekuatan eksternal. Keterlibatan pihak eksternal bisa mengambil bentuk masuknya negara luar
ke dalam wilayah kawasan ketika terjadi konflik ataupun dibangunnya suatu kerja sama atau
aliansi antara negara luar dengan satu atau beberapa negara dalam kawasan. Munculnya rasa
saling memusuhi juga dipengaruhi oleh faktor sejarah yang kental. Faktor ini bisa membawa
sentimen negatif ke arah permusuhan.
Hubungan Korea Selatan–Amerika Serikat mengacu pada hubungan internasional antara
Korea Selatan dan Amerika Serikat. Hubungan dimulai pada tahun 1950, ketika Amerika Serikat
membantu mendirikan negara modern Korea Selatan, juga dikenal sebagai Republik Korea, dan
berperang di pihak yang disponsori PBB dalam Perang Korea (1950–1953). Selama empat
dekade berikutnya, Korea Selatan mengalami pertumbuhan ekonomi, politik dan militer yang
luar biasa, dan secara signifikan mengurangi ketergantungan AS. Korea Selatan memiliki aliansi
militer yang panjang dengan Amerika Serikat, membantu AS dalam setiap perang sejak Perang
Vietnam, dan yang terbaru selama Perang Irak. Pada KTT G20 London 2009, Presiden AS
Barack Obama menyebut Korea Selatan "salah satu sekutu terdekat dan sahabat terbesar
Amerika." Pada tahun 1989, Korea Selatan termasuk di antara kelompok negara pertama yang
ditunjuk sebagai sekutu utama non-NATO. Hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan
umumnya menguat di bawah pemerintahan konservatif dan pro-Amerika seperti Lee Myung-bak.
Namun, dengan gejolak baru-baru ini dari penyebaran THAAD (Terminal High Altitude Area
Defense), AS menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik, dan perselisihan pembagian biaya yang
sedang berlangsung sehubungan dengan pangkalan Amerika yang ditempatkan di negara itu,
hubungan itu menjadi tegang. Namun, tanda-tanda menunjukkan hubungan Korea Selatan
Amerika Serikat dapat meningkat secara bersamaan, seperti pertukaran budaya, perkembangan
kemitraan media dan perdagangan barang dan jasa yang kuat.
5. Bagaimana prospek regionalisme di Asia Timur berdasarkan perspektif negara yang
dipilih?
Jawaban:
Dalam upaya untuk memberikan respon terhadap setiap tantangan keamanan di kawasan,
pengaturan kerja sama keamanan sangat mutlak diperlukan. Peningkatan eskalasi konflik cenderung
mudah terjadi di kawasan akibat minimnya pengaturan kerja sama. Regionalisasi dan pembentukan
institusi keamanan kawasan menjadi semakin krusial untuk dibutuhkan apabila koordinasi kebijakan
antarnegara semakin intens dilakukan. Kerja sama kawasan juga berguna dalam proses penyelesaian
konflik dan sengketa antarnegara di kawasan. Kawasan Asia Timur merupakan titik strategis di mana
kepentingan negara-negara besar bertemu. Cina, Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara saling
berebut pengaruh politik dan ekonomi di kawasan ini. Kondisi ini semakin tidak menentu ketika
Amerika Serikat juga ikut terlibat aktif dalam pengaturan keamanan di kawasan Asia Timur.
Partisipasi aktif Amerika Serikat dalam aliansi militer trilateral dengan Jepang dan Korea Selatan
menyebabkan stabilitas keamanan kawasan sangat dipengaruhi oleh interaksi keamanan negara
negara tersebut. Stabilitas keamanan yang tidak menentu akan menyebabkan kawasan dalam kondisi
potensial untuk terjadinya konflik. Permasalahannya adalah selama ini, kawasan Asia Timur belum
memiliki kerangka kerja sama dan institusi keamanan yang secara efektif mampu untuk meredakan
tensi ketegangan antarnegara di kawasan.
Pada dasarnya negara-negara di kawasan Asia Timur ini telah membentuk kerjasama dalam
bentuk trilateral cooperation. Sesuai dengan namanya yaitu trilateral cooperation atau kerjasama
trilateral, kerjasama ini dilakukan oleh tiga negara yang ada di kawasan Asia Timur, yaitu Cina,
Jepang, dan Korea Selatan. Namun sangat kecil kemungkinan untuk mendorong adanya
pembentukan regionalisme di kawasan Asia Timur. Untuk dapat membentuk regionalisme di
kawasan ini sangatlah sulit, terlebih dengan adanya persepsi yang dimiliki oleh masing-masing
negara yang berada di kawasan, yang mana antara negara satu dengan yang lainnya saling melihat
keberadaan akan negara lain sebagai sebuah ancaman, baik Cina, Jepang, maupun Korea. Padahal
mekanisme dari sebuah regionalisme untuk mencegah adanya konflik adalah dengan menciptakan
kerjasama, trust atau kepercayaan dan pemahaman yang sama diantara masing-masing negaranya.
Referensi
Szczudlik, J. 2013. Regionalism in East Asia: A Bumpy Road to Asian Integration. The
Polish Institute of International Affairs 64, no. 16 (2013): 5.
Husna, N.H. 2017. Regionalisme di Kawasan Asia Timur: Hambatan dan Prospek
Pembentukan. Malang: Universitas Brawijaya.
Al Syahrin, M.N. 2018. Keamanan Asia Timur: Realitas, Kompleksitas dan Rivalitas.
Yogyakarta: Komojoyo Press.
Keia.org. 2018. South Korea’s Diplomatic Options Under Moon Jae-In. Diakses 14 Juli
2021, dari Joint U.S.-Korea Academic Studies: https://keia.org/publication/south-koreas-diplomatic
options-under-moon/
Foreignpolicy.com. 2019. South Korea 2019 Moon Diplomacy Groundhog Year. Diakses
14 Juli 2021., dari Foreign Policy: https://foreignpolicy.com/2019/12/31/south-korea-2019-moon
diplomacy-groundhog-year/
Eastasia Forum.org. 2021. Chaebol Reforms are Crucial for South Korea's Future. Diakses
14 Juli 2021, dari Estasia Forum: https://www.eastasiaforum.org/2021/03/24/chaebol-reforms-are
crucial-for-south-koreas-future/
Septansyah, W.K. 2021. Pengaruh Korean Wave (Budaya Korea) Dalam Hubungan
Diplomasi Antara Indonesia Dengan Korea Selatan. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
Medan.
Komentar
Posting Komentar