Analisa Kritis E-Government
1.
Analisa
Kritis Terhadap Brunei Darussalam
Dalam E-Government
Development Index terdapat data atau status E-Government dari beberapa Negara yaitu
Negara anggota PBB, yang berfungsi sebagai alat pembandingan dan pengembangan bagi
Negara untuk belajar satu sama lain, mengidentifikasi bidang kekuatan dan
tantangan dalam E-Government dan membentuk kebijakan dan strategi area. Dan terdapat
5 perangkat yang di gunakan sebagai alat ukur pencapaian peringkat EDGI, yaitu E-Government Index, E-Participation Index,
Online Service Index, Human Capital Index, dan Telecommunication Infrastructure
Index. E-Government sendiri berciri memudahkan akses tiap anggota Negara tersebut
dalam mempergunakan teknologi informasi.
Berikut adalah analisa kritis yang mencakup komponen utama dalam
pencapaian EDGI :
§ OSI
( Online Service Index )
Pada tahun 2020 ini Online
Service Index Brunei Darussalam mencapai
0.6353, angka tersebut angka yang cukup tinggi untuk Negara di Asia, pelayanan
Online di Brunei juga dinilai lengkap dan juga tepat. Karena Brunei sendiri
telah mempunyai website resmi negaranya https://www.gov.bn/bm/Home.aspx#popup1
di dalam website tersebut berisi data terbuka, terdapat juga mengenai hal
kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan usaha negaranya dalam menejahterakan
rakyatnya. Ada juga https://www.data.gov.bn/Pages/index.aspx
yang menyediakan data data Negara yang valid.Dan juga terdapat yang telah tersedia di layanan
online National Call Centre (Talian Darussalam 123) yang berisi :
· Kementerian
Pembangunan-MOD
· Departemen
Layanan listrik-DES
· Tanah
transportasi Departemen-LTD
· E-Darussalam
· Komisi
pelayanan publik-PSC
· OneBiz
Brunei Darussalam-OneBiz
· Kementerian
Kesehatan-MOH
· Departemen
Kelautan-MD
· Departemen
ports-PD
Bahkan ada juga https://www.bruneitourism.com/ yang
disediakan untuk turis wisatawan atau masayarakat asli yang ingin berwisata,
karna di dalamnya berisi referensi untuk berkunjung ke tempat wisata yang ada
di Brunei dan juga event event lainnya. Dapat dilihat dari beberapa hal
tersebut bisa dinilai Brunei Darussalam telah mencakupi dalam sektor tersebut
sesuai dengan angka yang telah dicapainya.
§ TII
( Telecommunication Infrastructure Index )
Telecommunication
Infrastructure Index pada tahun 2020 mencapai angka 0.8209 yang termasuk
mengalami peningkatan dari beberapa tahun belakangan. Di tahun 2019 infrastruktur telekomunikasi Brunei
dikelompokkan kembali di bawah kesatuan Unified National Networks yaitu UNN
yang berdiri di tahun 2018 yang dimiliki sepenuhya oleh Sri Susushunan Sultan Haji
Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah Ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar ‘Ali
Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien sultan yang dipertuan dari pemerintahan
Brunei Darussalam. The Brunei International Gateway (BIG) juga berada di bawah
payung UNN.
Selama
lima tahun terakhir jumlah pelanggan mobile juga telah meningkat secara mantap,
meskipun pertumbuhan telah melambat dalam menanggapi penetrasi yang lebih
tinggi. Pertumbuhan selama beberapa tahun ke depan akan didukung oleh harga
yang lebih rendah untuk end-user diharapkan hasil dari UNN, serta peluncuran
layanan 5G di 2021. Perkembangan ini juga akan meningkatkan sektor mobile
broadband.
BuddeComm (perusahaan riset dan
konsultasi telekomunikasi independen global) mencatat bahwa Coronavirus pada
2020 adalah memiliki dampak yang signifikan pada produksi dan rantai pasokan
global. Selama tahun yang akan datang sektor telekomunikasi untuk berbagai
derajat cenderung mengalami penurunan dalam produksi perangkat mobile,
sementara itu juga mungkin sulit bagi operator jaringan untuk mengelola alur
kerja ketika mempertahankan dan meningkatkan infrastruktur yang ada. Kemajuan
keseluruhan terhadap 5G dapat ditunda atau diperlambat di beberapa negara.
Maka
dari itu Brunei Darussalam telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam
hal ini, tetapi mengalami hambatan karna Coronavirus tersebut.
§ HCI
( Human Capital Index )
Human
Capital Index di Brunei pada tahun ini mencapai 07605, mengalami sedikit
kenaikan dari tahun 2018. Hal ini ini
tentu berpengaruh dalam sektor ini dan ke beberapa sektor tertentu lainnya.
2.
Paradiplomacy
yang
akan saya bahas adalah tentang Bojonegoro yang dinilai lebih lengkap dibanding provinsi
DKI Jakarta dan lainnya. Dan menurut saya hal tersebut terbukti karena
Bojonegoro telah memiliki akses website http://www.bojonegorokab.go.id/ yang
dapat diakses masyarakatnya daerah tersebut bahkan dari luar daerah pun. Site tersebut
sangat lengkap terdapat informasi-informasi penting dan bermanfaat.
Terdapat
juga berita terbaru dan terkini dan juga event-event terdekat yang akan
dilaksanakan
Ada juga info sederhana tetapi sangat dibutuhkan bagi para petani didaerah tersebut yang minim informasi tetapi mereka dapt mengaksesnya dengan mudah.
Dan juga ada pesan yang disampaikan oleh bupati daerah tersebut terkait dengan apa yang sedang dialami dan dirasakan masyarakat sekitar tentang Covid19 dan hal tersebut berisi peraturan yang mengajak sekaligus mengatur, tetapi dengan cara yang menarik bagi saya, dan site tersebut menurut saya sangat sederhana tetapi sangat lengkap dan mudah dicerna bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Bahkan terdapat beberapa referensi tempat wisata di Bojonegoro yang dapat dikunjungi oleh masyarakat sekitar atau dari daerah lainnya yang ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut.
Jadi
menurut saya dalam hal Paradiplomacy di daerah Bojonegoro yang memberikan
layanan dalam bentuk tersebut sudah dapat dibilang sangat lengkap dan memenuhi
kebutuhan masyarakat daerahnya bahkan dari luar daerah juga, karena di sertai
beberapa hal yang penting tetapi menarik untuk dibaca dan diminati. Dan hal
tersebut sesuai dengan penilaian yang ada bahwa situs provinsi ini lebih
lengkap daripada provinsi lain.






Komentar
Posting Komentar